Selasa, 29 Mei 2012

Akupunktur atasi Insomnia

Tidur merupakan salah satu cara untuk melepaskan kelelahan jasmani dan kelelahan mental. Dengan tidur  semua keluhan hilang atau berkurang dan akan kembali mendapatkan tenaga serta semangat untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Tidur yang cukup dapat memainkan peranan dalam membantu tubuh kita untuk pulih dari penyakit atau luka. Penelitian menunjukkan  bahwa kurang tidur mengakibatkan kehilangan kekuatan, kerusakan pada sistem kekebalan dan meningkatkan tekanan darah (Nancy W, 2006).
Secara TCM (Traditional Chinese Medicine), tidur merupakan suatu siklus karena pergantian siang dan malam secara alami dimana menunjukkan Yin Yang seimbang. Pada kondisi sehat (normal), Wei Qi (Qi pertahanan) bersirkulasi pada meridian Yang di waktu siang dan relatif ekses sehingga membuat seorang terjaga/sadar penuh. Ketika malam hari, Wei Qi (Qi pertahanan) menuju meridian Yin sehingga relatif ekses Yin sehingga orang masuk dalam fase tidur.
Secara umum gangguan tidur terbagi dalam empat tahapan yaitu :
  1. Gangguan masuk tidur dan mempertahankan tidur yang disebut dengan Insomnia
  2. Gangguan yang berhubungan dengan tidur/mengantuk berlebihan disebut hipersomnia
  3. Disfungsi yang berhubungan dengan kondisi tidur, stadium tidur atau keadaan jaga yang berubah sifat yang disebut dengan parasomnia
  4. Gangguan ritme tidur jaga
Gangguan masuk tidur dan mempertahankan tidur yang disebut dengan insomnia sendiri dikelompokkan dalam tiga tipe. Tipe pertama adalah penderita yang tidak dapat atau sulit tidur selama 1 sampai 3 jam pertama, namun karena kelelahan akhirnya tertidur juga. Tipe ini biasanya dialami penderita usia muda yang sedang mengalami kecemasan. Tipe kedua, dapat tidur dengan mudah dan nyenyak, namun setelah 2 sampai 3 jam tidur terbangun. Kejadian ini bisa berlangsung berulang kali. Tipe ketiga, penderita dapat tidur dengan mudah dan nyenyak, namun pada pagi buta dia terbangun dan tidak dapat tidur lagi. Ini biasa dialami orang yang sedang mengalami depresi.
Penyebab Insomnia
Kurang olahraga, khawatir, ketakutan, kecemasan, kemarahan, kekurangan gizi, kesedihan, rasa sakit dan pengumbaran nafsu birahi.
Terapi Akupunktur
Akupunktur adalah suatu bentuk pengobatan Kedokteran Cina dimana jarum dimasukkan ke meridian yang ada pada tubuh. Prinsip pengobatan akupunktur adalah untuk menyelaraskan aliran Qi,(energi) dalam meridian yang dapat mengontrol aspek fungsi tubuh kita. Akupunktur sangat efektif untuk insomnia, karena memiliki efek menenangkan pada sistem saraf manusia.

Perangsangan titik-titik akupunktur memiliki manfaat tidak terbatas. Titik pilihan untuk insomnia biasanya difokuskan pada meridian jantung atau perikardium. Menurut beberapa ahli akupunktur, jantung atau pericardium merupakan tempat berkumpulnya Shen (semangat). Orang dengan insomnia biasanya merasakan kelelahan, mudah terkejut, kegelisahan mental, khawatir, pelupa dan cemas. Semua perasaan ini mengakibatkan tubuh menjadi lemah dan Shen (semangat) seseorang menjadi lemah pula.
Dengan menghilangkan faktor penyebab semisal rasa sakit dan kecemasan, akupunktur dipercaya dapat meredakan insomnia. Beberapa pasien mulai tidur nyenyak setelah pengobatan akupunktur pertama mereka. Enam kali perawatan akupunktur biasanya cukup untuk mengembalikan pola tidur yang normal, bahkan pada pasien yang menderita insomnia selama bertahun-tahun.
Selain dengan terapi akupunktur, insomnia bisa diminimalkan dengan mengikuti beberapa saran berikut ini :
Tenangkan Pikiran : latihan pernapasan, meditasi, dan bentuk-bentuk relaksasi untuk mengurangi insomnia Anda.
Diet     : menghindari makanan pedas, daging, makan besar, alkohol, dan minum kopi sebelum tidur. Ini semua membuat panas internal di dalam tubuh Anda.
Pekerjaan: pekerjaan dengan beban berat segera diselesaikan di siang hari. Berpikir yang berlebihan pada malam hari dapat memacu jantung Anda bekerja lebih cepat dan menyebabkan insomnia.
Rendam kaki : merendam kaki di air hangat pada malam hari akan membantu mencegah insomnia.

Akupuntur Bantu Keberhasilan Bayi Tabung

PARIS, KAMIS - Metode akupuntur ternyata bukan hanya baik untuk penyembuhan penyakit, namun juga dapat membantu keberhasilan pasangan dalam menjalani program bayi tabung melalui teknik in-vitro fertilisation (IVF).
Menurut sebuah tinjauan yang dipublikasikan British Medical Journal (BMJ) edisi online, Jumat (8/2), terapi akupuntur dapat memberi kontribusi siginifikan bagi tingkat keberhasilan program bayi tabung. Tinjauan tersebut merupakan hasil analisis tujuh penelitian yang dilakukan para ahli dari Maryland School of Medicine di Amerika Serikat  dan VU University Amsterdam Belanda.

Sebanyak 1.366 wanita yang menjalani program  IVF dilibatkan dalam riset ini. Mereka terbagi dalam tiga kelompok, yakni grup yang diberi terapi akupuntur asli, yang diberi terapi akupuntur palsu, serta kelompok yang tak diberi terapi apapun.

Secara keseluruhan, peluang terjadinya kehamilan tercatat meningkat hingga 65 persen di antara kelompok yang mendapat terapi akupuntur satu hari sebelum transfer embrio.  Namun peneliti menekankan, angka ini terlalu berlebihan mengingat data percobaan tidak merata. Peneliti juga mencatat bahwa pada percobaan di mana secara umum menunjukkan tingkat keberhasilan tinggi, akupuntur sebenarnya hanya memberi manfaat yang relatif kecil sekitar 24 persen.

Pada empat percobaan di mana hasil dari IVF sudah dapat diketahui, akupuntur mampu menambah probabilitas atau kemungkinan kelahiran hidup hingga 91 persen.  Walau pun bukti ini masih bersifat pendahuluan, peneliti mengatakan bahwa  akupuntur dapat memperbaiki rata-rata kehamilan dan kelahiran hidup di antara wanita yang menjalani IVF.

Riset sebelumnya menunjukkan akupuntur secara umum tidak berpengaruh terhadap rata-rata kehamilan atau pun peningkatan peluang kesuksesannya. Pengecualiannya adalah sebuah riset tahun lalu yang mengungkaokan bahwa wanita dengan IVF yang mendapat terapi akupuntur kecil kecenderungannya untuk hamil ketimbang mereka yang tidak menjalani terapi jarum akupuntur.

Metode akupuntur atau tusuk jarum telah digunakan di China selama berabad-abad sebagai metode pendukung program reproduksi.  Penggunanannya kini berkembang di antara pasangan yang memilih program IVF untuk memiliki bayi. Sejumlah teori menjelaskan mengapa akupuntur bisa efektif dengan program IVF.  Salah satunya adalah akupuntur dapat merangsang aliran darah ke uterus sehingga terjadi pelapisan pada rahim dan membuat embrio menjadi lebih mudah menempel.

Akupuntur Atasi Migrain

AKUPUNTUR seperti yang kerap diterapkan oleh para tabib dan dokter Traditional Chinese medicine (TCM) dapat mengurangi sakit migrain. Demikian sebuah penelitian mengungkap. Para peneliti dari Italia ini menemukan bahwa perawatan teratur dengan akupuntur yang tepat membantu memperbaiki gejala pada 32 pasien yang menderita migrain yang sudah resisten atau kebal dengan obat.

Lebih lagi, terapi ini bekerja lebih efektif dibanding dengan dua bentuk akupuntur palsu lain yang digunakan sebagai perbandingan. Demikian diungkapkan para peneliti dalam Medical Journal Headache.

Pada penelitian sebelumnya, menyisakan hasil yang cukup kontradiksi atas perawatan migrain dengan akupuntur. Beberapa peneliti menilai bahwa penggunaan akupuntur yang tidak tepat, menggunakan jarum tumpul dan tidak sampai menembus kulit juga dikatakan menurunkan gejala seperti akupuntur yang sebenarnya. Tentu hal ini menyisakan pertanyaan mengenai efek biologis akupuntur.

Meski begitu, masalahnya, pada penelitian ini, terdapat inkonsistensi desain (penelitian), juga penggunaan poin atau titik akupuntur yang tidak sesuai dengan titik-titk yang seharusnya ditusuk.

Akupuntur telah digunakan lebih dari 2000 tahun dalam pengobatan China untuk mengatasi beragam masalah kesehatan. Menurut pengobatan tradisional ini, titik-titik spesifik pada akupuntur ini terkait dengan jalur internal tubuh yang membawa energi atau Qi (chi) dan merangsang titik-titik ini dengan jarum dapat meningkatkan aliran Qi ini.

Pada penelitian terakhir, Dr. Enrico Facco dari Universitas Padua dan koleganya melihat bagaimana secara tradisional akupuntur diperbandingkan dengan teknik akupuntur pura-pura (tanpa jarum tajam) untuk mencegah migrain.

Secara acak mereka meilih 160 pasien yang mengalami migrain menjadi empat kelompok: Pada kelompo satu, pasien menerima dua kali seminggu sesi akupuntur tradisional. Kelompok kedua menjalani akupuntur pura-pura. Kelompok ketiga juga menjalani akupuntur pura-pura tetapi menggunaka jarum tumpu yang ditusukkan pada ttik-titik akupuntur yang sebenarnya. Dan kelompok keempat merupakan kelompok kontrol yang tidak mendapat terapi akupuntur sama sekali.

Lebih dari enam bulan, Tim Facco menemukan, hanya grup yang menerima tusukan jarum akupuntur dengan tepatlah yang mengalami kesembuhan dari migrain dibanding dengan yang kelompok kontrol. Faktor utama yang baru dari penelitian ini adalah bahwa terapi ini meski berdasar pengobatan tradisional, tetapi menggunakan cara barat yang ilmiah.

Hasilnya menjanjikan, kata Facco, namun penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk mengkonfirmasi manfaat dari akupuntur tradisional terhadap migrain. Meski begitu, Facco, menambahkan, karena terapi ini hanya berefek samping kecil, dapat digunakan untuk mereka yang menderita migrain yang tidak dapat diselesaikan dengan pengobatan standar.

Belum jelas benar kenapa akupuntur dapat mengurangi migrain. Menambahi teori tradisional berdasar konsep Qi, riset modern dari akupuntur atas migrain ini menyatakan bahwa akupuntur mungkin bekerja dengan cara mengalihkan signal di antara sel-sel saraf atau mempengaruhi pelepasan beragam bahan-bahan kimia di antara sistem saraf pusat.

Akupuntur Kurangi Kejang dan Nyeri Haid

SAAT para wanita mendapatkan haid, rasa sakit luar biasa biasanya terjadi dan tentu saja merepotkan. Namun, jangan khawatir, para ilmuwan dari Jerman mengatakan, akupuntur atau tusuk jarum ternyata dapat mnguangi gejala-gejala tidak mengenakkan ini. Dengan demikian para wanita bisa lebih produktif di saat-saat rawan seperti ini.

Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan antara kelompok yang ditusuk jarum dengan yang tidak. Mereka yang diterapi akupuntur, menurut Dr. Claudia Witt dari Charite University Medical Center di Berlin, setelah tiga bulan kebanyakan mengatakan rasa nyeri dan sakit ini berkurang hingga 33 persen.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa akupuntur juga bermanfaat bagi wanita untuk memelihara kesehatan secara menyeluruh," jelas Claudia yang mempublikasikan penelitian ini di American Journal of Obstetrics & Gynecology (Jurnal Kedoktern Kebidanan dan Kandungan Amerika).

Biasanya, obat-obatan anti inflamasi non steroid (non-steroidal anti-inflammatory drugs/ NSAIDs) digunakan untuk mengatasi rasa nyeri dan kejang. Namun, obat-obatan ini punya efek samping. Demikian dikatakan Witt.

Akupuntur Hasilkan Pereda Nyeri Alami

Setiap tusukan jarum di titik tertentu di tubuh ternyata efektif untuk merangsang tubuh mengeluarkan pereda nyeri alamiah yang disebut adenosine. Hasil penelitian ini semakin mengukuhkan pendapat bahwa metode akupuntur bisa diteliti dan dijelaskan secara ilmiah.
Berbekal pengetahuan tersebut, para ahli yakin manfaat akupuntur ini bisa digabungkan dengan obat kanker deoxycoformycin, yang menjaga agar kadar adenosine dalam tubuh lebih bertahan lama.
Penelitian tersebut dilakukan oleh Dr.Maiken Nedergaard dan timnya dari University of Rochester Medical Center. Secara intensif mereka melakukan penelitian pada mencit yang diberikan terapi akupuntur setengah jam untuk kelompok mencit yang mengalami rasa tidak nyaman karena bekas cakaran.
Para peneliti menemukan bahwa level adenosine di jaringan kulit yang dekat dengan tusukan jarum 24 kali lebih tinggi setelah terapi akupuntur. Dan mencit yang menderita rasa tidak nyaman itu menunjukkan pengurangan rasa nyeri. Adenosine lebih dikenal sebagai pengatur tidur, menghambat sinyal saraf dan inflamasi.
Akupuntur adalah pengobatan dengan metode tusuk jarum pada beberapa bagian organ tubuh yang dianggap sebagai titik accupoint untuk menimbulkan efek khusus. Pengobatan ini tidak disertai dengan pemberian ramuan atau obat-obatan lain.
Akunpuntur yang dulu dianggap sepele dan sulit dijelaskan secara rasional kini telah menjadi salah satu pengobatan tradisional alternatif yang diakui dalam dunia kedokteran modern. Berbagai penelitian ilmiah pun dilakukan untuk menguak misteri dibalik kemampuan metode ini dalam menyembuhkan penyakit.

Akupuntur Lebih Baik Daripada Aspirin

AKUPUNTUR atau tusuk jarum bekerja lebih baik dibanding aspirin dalam mengurangi sakit kepala kronis berat dan kerap. Demikian laporan para ilmuwan Amerika Serikat menyimpulkan, Senin (1/12) lalu.

Sebuah penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari Universitas Duke yang melibatkan nyaris 4.000 pasien dengan gangguan migrain, tegang di kepala dan beragam bentuk sakit kepala kronis lain membuktikan bahwa penggunaan akupuntur untuk mengurangi sakit kepala 62 persen lebih efektif dibanding dengan obat yang hanya mampu mengurangi nyeri kepala hingga 45 persen.

"Akupuntur telah menjadi alat pengobatan favorit untuk berbagai keperluan mulai dari meningkatkan kesuburan hingga mengurangi nyeri setelah operasi karena memang dari pengalaman mereka teknik ini efeknya minimal dan murah dibanding pilihan pengobatan lain," ujar Dr. Tong Joo Gan, kepala peneliti.

Menurut Tong, analisis dari penelitian ini membuktikan betapa hebatnya akupuntur dalam mengurangi nyeri kepala kronis. Dalam tulisan di Jurnal Anestesia dan Analgesia, tim peneliti menyebutkan 53 persen pasien yang menggunakan akupuntur merasa terbantu atau dikurangi rasa nyerinya dibanding mereka yang tidak menggunakan jarum, sekitar 45 persen.

"Salah satu hal penting yang perlu diketahui banyak orang dalam penggunaan jarum akupuntur ini adalah bahwa teknik ini sama sekali tidak menyakitkan meski ditusuk jarum," ujar Gan. "Ini merupakan metode yang dapat melepaskan pembunuh rasa sakit (pain killer) alami dari dalam tubuh sendiri." Dengan kata lain, tusukan jarum ini merangsang painkiller yang dimiliki tubuh untuk keluar. Akibatnya, nyeri kepala berkurang.

Penelitian ini intinya hendak mengatakan, dari enam pasien, lima orang merasa orang baik kembali dan tidak merasa sakit berkat akupuntur. Penelitian lain membuktikan bahwa akupuntur mampu menyingkirkan nyeri yang biasa terjadi usai operasi di kepala, kanker leher, bahkan mengurangi rasa panas dan gejala menopause lain, juga mengurangi efek kemoterapi seperti mual.

Pengobatan Akupuntur Makin Diminati

Pengobatan dengan tusuk jarum atau yang dikenal dengan terapi akupuntur semakin diminati masyarakat, terutama oleh mereka yang mengerti bahaya zat kimia pada obat medik.

Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Ahli Akupuntur Indonesia (PDAI) Sumatera Utara Prof Dr Amri Amir di Medan, Jumat (19/9), mengatakan, terapi akupuntur medik merupakan salah satu alternatif pengobatan, di samping pengobatan dokter umum dengan obat kimia atau herbal.

"Beberapa kasus penyakit yang ditangani dapat disembuhkan dengan terapi akupuntur medik secara rutin dan terpadu," katanya.

Ia mengatakan, teknik pengobatan akupuntur tersebut berasal dari Cina yang telah hidup ribuan tahun silam dan diyakini dapat mengobati berbagai macam penyakit serta untuk terapi kecantikan. Namun begitu, tidak sedikit masyarakat yang belum percaya dengan kemujaraban pengobatan metode akupuntur ini terlebih melihat peralatan yang digunakan.

Padahal sejak 1978, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan pengobatan akupuntur dalam pelayanan kesehatan di samping pengobatan kedokteran konvensional.

Sayangnya, pengobatan ini belum banyak dikenal masyarakat, karena itu PDAI terus berupaya menyosialisasikannya di masyarakat akan manfaat yang bisa diperoleh dari terapi menggunakan jarum ini.

Ia menuturkan, setelah dikembangkannya teknologi kedokteran akupuntur di  Indonesia, sejumlah rumah sakit di Sumut dewasa ini sudah mulai melirik keberadaan dokter ahli akupuntur seperti halnya yang telah dilakukan RSU Pirngadi Medan.

Sayangnya, kata dia, rencana pembukaan klinik kedokteran  akupuntur belum bisa terlaksana karena jumlah dokter ahli akupuntur masih terbatas di Sumatera Utara.